Pendidikan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia karena dengan pendidikan seseorang akan mendapatkan ilmu dan dengan ilmu tersebut seseorang dapat hidup dengan layak. Pada dasarnya pendidikan  dimulai sejak lahir hingga akhir hayat. Sesuai pendidikan yang ada di Indonesia yang mengacu pada UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan dibagi menjadi tiga, yaitu pendidikan formal, infornal, dan nonformal.

Mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kajarkajar

img_8561

Di desa Kertasari RW 05 hanya terdapat satu pendidikan formal, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kajarkajar yang bersiswakan anak-anak desa Kertasari dari RW 05, 06, dan 07. Demi menjalin kedekatan antara kelompok KKN dengan warga sekolah dasar, maka kelompok KKN 257 turut menjadi pengajar di  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kajarkajar.

Sebelum mengajar kami melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru-guru disana. Setelah itu kami mendapatkan jadwal sesuai dengan keterampilan kapan kami mulai mengajar dan pelajaran apa yang kami dapat.

Pengalaman mengajar di MI Kajarkajar dimulai dari kelas 1 sampai kelas 5, kesan pertama kami mengajar yaitu siswa-siswa MI Kajarkajar bersemangat untuk belajar, kelas terlihat aktif dan semua siswapun dapat menerima pelajaran dengan baik.

img_8554

Selain itu kami juga membantu membimbing para siswa yang mau mengikuti persiapan Olimpiade antar MI se-kabupaten Cianjur. Hal tersebut membuat kami merasa senang, karena kami dipercaya untuk membimbing beberapa siswa untuk persiapan Olimpiyade tersebut.

Dalam bimbingan yang kami lakukan ini diharapkan dapat membatu guru dan para orang tua yang sibuk bekerja / yang kesulitan dalam memberikan pelajaran kepada putra/putrinya. Bimbingan belajar mengajari ini pula merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar.

Dalam proses interaksi tersebut dibutuhkan komponen pendukung (ciri-ciri interaksi edukatif) yaitu Interaksi belajar mengajar memiliki tujuan yakni untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu.

IMG_8558.JPG

Interaksi belajar mengajar sadar tujuan, dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian siswa mempunyai tujuan, Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah dilaksanakan. Dalam melakukan interaksi perlu adanya prosedur, atau langkah-langkah sistematik yang relevan, Siswa sebagai pusat pembelajaran, maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya interaksi belajar mengajar, Dalam interaksi belajar mengajar guru (dalam hal ini adalah para mahasiswa KKN yang bertugas sebagai pengajar) berperan sebagai pembimbing.

Kegiatan belajar mengajar di MI Kajarkajar dilakukan setiap hari Senin sampai dengan hari sabtu sesuai dengan Jam sekolah, dari pukul 07.00 sampai dengan 09.30 WIB. Seluruh mahasiswa KKN 257 ikut terlibat dalam hal ini, meskipun tidak semuanya mengajar di sekolah karena, ada yang bertugas membantu di desa. (Mimin).

Iklan